KUALITAS TIDUR VS KUANTITAS TIDUR

Seringkali kita membaca atau mendengar saran yang menyebutkan bahwa untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, manusia disarankan tidur selama 8 jam setiap harinya agar proses relaxsasi dan regenerasi bisa berjalan secara optimal. Memang, ada benarnya saran tersebut, namun sebenarnya kualitas tidur seseorang tidak bisa dilihat hanya dari lamanya waktu tidur, namun dari kualitas tidurnya itu sendiri.

Mungkin ada diantara kita yang pernah tidur lebih dari 10 jam, namun yang didapat bukannya segar malah lemas. Atau, Ada juga yang hanya tidur 3-4 jam setiap hari namun kuat beraktivitas seharian meski di dalam ruangan ber-AC. Kenapa hal ini bisa terjadi? Ternyata karena kebutuhan tidur untuk tiap-tiap orang ternyata berbeda tergantung dari metabolisme, gaya hidup dan (sistem imun) daya tahan tubuh masing-masing.

Berikut adalah beberapa tip yang bisa Anda contek untuk mempersiapkan tidur agar memperoleh kualitas tidur yang lebih baik.

Memilih kasur dan bantal

Kasur adalah faktor penting yang ikut menentukan kualitas tidur, sekaligus kondisi punggung dan postur tubuh Anda. Dalam memilih kasur, faktor utama yang harus diperhatikan adalah kenyamanan. Kasur yang baik harus memenuhi syarat berikut:

•Didesain sehingga titik berat tubuh tersebar merata di seluruh bagian tubuh yang bersentuhan dengan kasur. Jika berat badan terpusat di satu titik saja, darah tidak bisa mengalir lancar.

•Dapat meredam gerakan tubuh saat tidur sehingga tidak mengganggu orang lain yang tidur dis ebelah Anda.

•Dapat menopang lekuk alami tulang punggung dan menjaga susunan tulang punggung. Sebelum memilih kasur, cobalah berbaring dulu di atasnya. Jika Anda saat berbaring telentang atau miring, tubuh terasa menumpu pada satu titik (daerah pinggul dan bokong) berarti kasur tersebut tidak menopang tubuh dengan baik.

Kita mengenal berbagai jenis kasur, antara lain kasur kapuk, busa, pegas, dan lateks. Kasur kapuk kurang baik karena agak keras dan kurang dapat menopang lekuk tubuh. Debu kapuk pun dapat merangsang alergi. Kasur busa biasanya terlalu empuk, tidak lentur dan tak bisa menopang tubuh. Kasur pegas dan lateks bisa dipilih, namun kualitas bahan dan pembuatannya juga harus diperhatikan. Kasur pegas akan berkurang daya pegasnya setelah beberapa lama.

Selain kasur, pemilihan bantal sebaiknya juga diperhatikan. Bantal amat dianjurkan untuk menopang tulang leher yang bersambung dengan tulang belakang (punggung). Bantal yang baik:

•Dapat menopang seluruh tulang belakang (dari leher hingga punggung) dalam satu garis lurus saat tidur miring.

•Dapat menopang kepala dengan baik.

•Menjaga kontur leher dan tulang punggung dengan baik.

•Mudah diatur agar 'pas' dengan lekuk leher dan kepala.

•Tidak menyebabkan alergi.

Mengudap tepat

Produk tinggi protein seperti susu, kacang-kacangan, dan kedelai kaya akan tryptophan –asam amino yang digunakan tubuh untuk memproduksi hormon serotonin 'pengantar tidur'. Sebaiknya, kudapan disantap beberapa jam sebelum tidur karena tryptophan butuh lebih dari satu jam untuk bekerja. 

Atur suasana

Jika suara-suara keras di luar –misalnya salak anjing-- mengganggu, nyalakan kipas angin atau AC. Suara dengung pelannya dapat 'menenggelamkan' suara-suara lain.

Berendam di air hangat

Berendam (bukan mandi dengan shower) 90 menit sebelum tidur akan meningkatkan suhu tubuh. Selanjutnya suhu tubuh akan menurun dan Anda pun cepat terlelap.

Olahraga teratur

Gangguan tidur ringan dapat diatasi dengan berolahraga selama 40 menit, dua kali seminggu. Dengan rajin berolahraga, kualitas tidur akan meningkat, durasi tidur bertambah, dan badan pun lebih segar ketika terjaga. Namun, olahraga sebaiknya dilakukan 6 jam sebelum tidur, karena olahraga dapat meningkatkan suhu tubuh dan membuat Anda terjaga.

Hindari stimulan

Habiskan cangkir kopi terakhir enam jam sebelum tidur. 

Source taken from www.pesona.co.id 

Konsultan: dr. Andreas Prasadja - RS Mitra Kemayoran

Photo: Kualitas Tidur VS Kuantitas Tidur  Seringkali kita membaca atau mendengar saran yang menyebutkan bahwa untuk mendapatkan tidur yang berkualitas, manusia disarankan tidur selama 8 jam setiap  harinya agar proses relaxsasi dan regenerasi bisa berjalan secara optimal. Memang, ada benarnya saran tersebut, namun  sebenarnya kualitas tidur seseorang tidak bisa dilihat hanya dari lamanya waktu tidur, namun dari kualitas tidurnya itu sendiri.  Mungkin ada diantara kita yang pernah tidur lebih dari 10 jam, namun yang didapat bukannya segar malah lemas. Atau, Ada juga yang hanya tidur 3-4 jam setiap hari namun kuat beraktivitas seharian meski di dalam ruangan ber-AC. Kenapa hal ini bisa terjadi? Ternyata karena kebutuhan tidur untuk tiap-tiap orang ternyata berbeda tergantung dari metabolisme, gaya hidup dan (sistem imun) daya tahan tubuh masing-masing.   Berikut adalah beberapa tip yang bisa Anda contek untuk mempersiapkan tidur agar memperoleh kualitas tidur yang lebih baik.  Memilih kasur dan bantal  Kasur adalah faktor penting yang ikut menentukan kualitas tidur, sekaligus kondisi punggung dan postur tubuh Anda. Dalam memilih kasur, faktor utama yang harus diperhatikan adalah kenyamanan. Kasur yang baik harus memenuhi syarat berikut:  •Didesain sehingga titik berat tubuh tersebar merata di seluruh bagian tubuh yang bersentuhan dengan kasur. Jika berat badan terpusat di satu titik saja, darah tidak bisa mengalir lancar.  •Dapat meredam gerakan tubuh saat tidur sehingga tidak mengganggu  orang lain yang tidur dis ebelah Anda.  •Dapat menopang lekuk alami tulang punggung dan menjaga susunan tulang punggung. Sebelum memilih kasur, cobalah berbaring dulu di atasnya. Jika Anda saat berbaring telentang atau miring, tubuh terasa menumpu pada satu titik (daerah pinggul dan bokong) berarti kasur tersebut tidak menopang tubuh dengan baik.  Kita mengenal berbagai jenis kasur, antara lain kasur kapuk, busa, pegas, dan lateks. Kasur kapuk kurang baik karena agak keras dan kurang dapat menopang lekuk tubuh. Debu kapuk pun dapat merangsang alergi. Kasur busa biasanya terlalu empuk, tidak lentur dan tak bisa menopang tubuh. Kasur pegas dan lateks bisa dipilih, namun kualitas bahan dan pembuatannya juga harus diperhatikan. Kasur pegas akan berkurang daya pegasnya setelah beberapa lama.  Selain kasur, pemilihan bantal sebaiknya juga diperhatikan. Bantal amat dianjurkan untuk menopang tulang leher yang bersambung dengan tulang belakang (punggung). Bantal yang baik: •Dapat menopang seluruh tulang belakang (dari leher hingga punggung) dalam satu garis lurus saat tidur miring. •Dapat menopang kepala dengan baik. •Menjaga kontur leher dan tulang punggung dengan baik. •Mudah diatur agar 'pas' dengan lekuk leher dan kepala. •Tidak menyebabkan alergi.  Mengudap tepat Produk tinggi protein seperti susu, kacang-kacangan, dan kedelai kaya akan tryptophan –asam amino yang digunakan tubuh untuk memproduksi hormon serotonin 'pengantar tidur'. Sebaiknya, kudapan disantap beberapa jam sebelum tidur karena tryptophan butuh lebih dari satu jam untuk bekerja.   Atur suasana Jika suara-suara keras di luar –misalnya salak anjing-- mengganggu, nyalakan kipas angin atau AC. Suara dengung pelannya dapat 'menenggelamkan' suara-suara lain.  Berendam di air hangat Berendam (bukan mandi dengan shower) 90 menit sebelum tidur akan meningkatkan suhu tubuh. Selanjutnya suhu tubuh akan menurun dan Anda pun cepat  terlelap.  Olahraga teratur Gangguan tidur ringan dapat diatasi dengan berolahraga selama 40 menit, dua kali seminggu. Dengan rajin berolahraga, kualitas tidur akan meningkat, durasi tidur bertambah, dan badan pun lebih segar ketika terjaga. Namun, olahraga sebaiknya dilakukan 6 jam sebelum tidur, karena olahraga dapat meningkatkan suhu tubuh dan membuat Anda terjaga.  Hindari stimulan Habiskan cangkir kopi terakhir enam jam sebelum tidur.   Source taken from www.pesona.co.id  Konsultan: dr. Andreas Prasadja - RS Mitra Kemayoran


CHAT WITH US YM